Ads Top

Capetang, Cara Seru Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

 

Sejak tahun 2013, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggulirkan program Kamis Inggris. Di hari itu, seluruh warga Kota Bandung, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung diimbau untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan warga Bandung menghadapi era global.

#KamisInggris dikampanyekan melalui berbagai media. Di media sosial, tagar #KamisInggris popular setiap Kamis. Pemkot Bandung pun mengimbau stasiun-stasiun radio untuk menyiarkan satu program berbahasa Inggris di hari Kamis.

Bagian Humas Kota Bandung pun turut ambil bagian. Sejak akhir 2017, Humas Kota Bandung menggelar program Capetang (Conversation with People in English). Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brillyana menggagas program tersebut dengan menggandeng Komunitas Taman Bahasa sebagai fasilitator.

Setiap Kamis pukul 12.30-13.30 WIB, Capetang digelar di Taman Sejarah. Sesekali, Capetang dilaksanakan di Taman Dewi Sartika atau Bandung Creative Hub. Humas Kota Bandung akan menginformasikan pelaksanaan Capetang sehari sebelumnya melalui akun media sosial @HumasBdg di Instagram, Twitter, dan Facebook.

Di program itu, siapapun boleh ikut, mulai dari pelajar, pensiunan, ibu rumah tangga, ASN, hingga turis yang tengah menikmati taman. Program ini tanpa dipungut biaya. Peserta boleh memanfaatkan Capetang untuk saling mengobrol dalam Bahasa Inggris.

Yayan menuturkan, tidak perlu berkemampuan Bahasa Inggris khusus untuk mengikuti Capetang. Syaratnya, asal punya keinginan dan minat untuk mengobrol.

“Yang nggak bisa Bahasa Inggris diharapkan jadi bisa. Nggak usah malu, toh semuanya juga saling belajar,” ungkap Yayan di Balai Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).

Dalam beberapa kesempatan, Humas Kota Bandung menghadirkan penutur asing yang sedang berada di Bandung. Para peserta akan sangat senang menerima kehadiran mereka. Humas juga pernah bekerja sama dengan FEALAC Youth Forum yang berkantor di Bandung Creative Hub.

“Kami berharap program ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun, untuk bersenang-senang dalam Bahasa inggris sehingga kemampuan Bahasa kita ikut terlatih. Kota Bandung ini disiapkan untuk menjadi kota internasional. Maka, warganya juga harus siap. Pemkot Bandung memfasilitasi dengan kegiatan ini,”ucap Yayan.

Hingga saat ini, sudah ada 45 orang yang rutin datang ke Capetang tiap pekan. Salah satunya adalah Ronnie Parapat (29), seorang wiraswasta yang tak pernah absen dari Capetang sejak awal program ini digelar. Ia mengaku ingin mengajar bahasa Inggris untuk semua kalangan. Untuk itu ia selalu hadir di setiap pertemuan.

Menurutnya, Capetang ini sangat penting untuk warga, khususnya ASN Kota Bandung. Terlebih lagi menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Kegiatan Capetang dalam rangka menunjang kinerja program Pemerintah Kota Bandung dirasakan sangat perlu, mengingat Pasar Bebas Asia Tenggara (South East Free Trade Area) yang telah dimajukan waktunya lima tahun oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2016 lalu,” ujarnya. Begitu pula dengan Nina Fatimah (45), seorang Ibu Rumah Tangga. Ia sempat aktif mengajar Bahasa Inggris merasa senang program ini digulirkan. Kini, ia merasa menemukan tempat untuk kembali berbicara bahasa Inggris. “Yang saya senang adalah bisa sharing (berbagi) berbagai hal dengan orang-orang baru. Kadang bisa dapat insight (wawasan) yang sangat menarik dan dapat teman-teman baru dengan passion (minat) yang sama, yaitu senang bahasa Inggris. Beberapa di antaranya jadi sangat akrab seperti sudah kenal bertahun-tahun,”ujarnya. Sementara itu, Gel (27) yang juga rutin mengikuti Capetang datang karena ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisnya. Ia menuturkan, Capetang sangat menyenangkan karena bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki semangat yang sama untuk berbicara bahasa Inggris. “Sejauh ini saya join (mengikuti) dengan Capetang sih sangat-sangat menyenangkan, because everybody share the same passion there (karena di sana semua orang berbagi semangat yang sama), dan juga kan membantu improve speaking skill (meningkatkan kemampuan berbicara) juga,” katanya.

No comments:

Powered by Blogger.